Selasa, 22 Oktober 2019

REFERENSI JURNAL FISIKA

JURNAL INTERNASIONAL OPEN ACCES DI UIN MALANG

1.    Jurnal Emerald Insight
     o   Masuk internet UIN Maliki Malang
     o   Masuk ke alamat website www.emeraldinsight.com       


      o   Pada pojok kanan website, klik login

      o   Masukkan email dan password sebagai berikut
           Email : uin.maliki@yandex.com
           Password : bromomalang


       o   Masukkan kata kunci untuk mencari jurnal yang diinginkan

       o   Kemudian klik tulisan PDF di samping kanan judul untuk mendownload
 
2.    Jurnal Springer
           o   Masuk ke halaman jurnal melalui website www.springer.com
     o   Pilih klasifikasi jurnal yang ingin dicari pada menu Subjects
     o   Pilih tema jurnal yang akan dicari pada pilihan yang ada di sebelah kiri dibawah judul           subjects
     o   Kemudian klik salah satu nama jurnal pada menu Featured Journal

     o   Pilih judul artikel
     o   Klik download PDF pada pojok kanan

3.    Directory of Open Acces Books
     o   Masuk internet UIN Maliki Malang
     o   Masuk ke halaman doabooks melalui alamat website www.doabooks.org  

o   Masukkan judul buku pada kolom advanced search

o   Kemudian klik free access
o   Terakhir klik download PDF


                        LAYANAN BUKU ONLAIN FREE DOWNLOAD

1.    Library Genesis

     o   Masuk ke halaman library dengan alamat website : http://gen.lib.rus.ec/

     o   Masukkan nama judul buku pada kolom search
     o   Pilih judul buku yang diinginkan
     o   Klik GET untuk mendownload buku

       2. Jurnal Terindek Scopus Open Acces
           o   Masuk ke halaman scopus dengan alamat webasite : www.scopus.com
 
     o   Masuk ke scopus melalui sign in atau kalau belum punya akun, membuat akun  terlebih dahulu melalui Create account
           o   Setelah masuk, maka akan terlihat nama pengguna
 
     o   Kemudian klik sources, maka dihasilkan tampilan sebagai berikut
     o   Pilih tanda panah kebawah pada pojok kiri

      o   Pilih Subject area untuk tema jurnal yang diinginkan
             o   Plilih Title untuk mencari judul jurnal yang diinginkan, atau
             o   Pilih ISSN 
             o   Pencarian jurnal-jurnal open access dapat dilakukan dengan klik Display only Open Access Journals

      o   Lama waktu jurnal diterbitkan dapat dipilih pada Counts for previous 3 years  
      o   Indeks jurnal dapat dipilih pada Citescore Highest Quartile
             o   Klik Apply
             o   Selanjutnya dilakukan klik jurnal yang diinginkan kemudian download jurnalnya.










Rabu, 16 Oktober 2019

ATURAN PENULISAN BAHASA KARYA TULIS ILMIAH


1.    Jarak Pengetikan Bab, Sub-bab, dan perinciannya
          (1)  Judul bab diketik di tengah-tengah dengan huruf besar tanpa digaris bawahi.
          (2)  Judul sub-bab ditulis mulai dari sebelah kiri, huruf pertama setiap kata ditulis dengan huruf besar (kapital), kecuali kata-kata tugas.   
          (3)  Judul anak Sub-bab ditulis mulai dari sebelah kiri dengan indensi 1 cm yang diberi garis bawah. Huruf pertama setiap kata ditulis dengan huruf besar, kecuali kata-kata tugas.  
          (4)  Jika masih ada Subjudul dalam tingkatan yang lebih rendah, ditulis seperti butir (3).

2.    Pengetikan Kalimat   
          (1)  Setiap kalimat dimulai dengan huruf besar (kapital).
          (2)  Satu paragraf minimal terdiri dari dua kalimat.
          (3)  Awal kalimat dalam satu paragraf ditulis mulai dari sebelah kiri dengan indensi 1 cm.
          (4)  Spasi antara satu paragraf dengan paragraf selanjutnya adalah 1.5.

3.    Penomoran Halaman
          (1)  Bagian awal yang meliputi halaman judul, lembar pernyataan, lembar pengesahan, kata pengantar, daftar isi, daftar gambar, daftar tabel, daftar lampiran, dan abstrak memakai angka romawi kecil dan diketik di kanan bawah (i, ii, iii, dan seterusnya).
          (2)  Bagian pendahuluan sampai bagian lampiran memakai angka arab dan diketik di kanan atas (1, 2, 3, dan seterusnya).
          (3)  Nomor halaman pertama tiap Bab tidak ditulis tetapi tetap diperhitungkan.

4.    Penulisan Tabel
          (1)  Judul tabel merupakan kalimat pernyataan secara singkat yang berdiri sendiri dan dapat menjelaskan arti tabel. 
          (2)  Judul tabel diletakkan diatas tabel dengan diawali huruf kapital tanpa diakhiri dengan tanda titik.
          (3)  Setiap tabel yang ada harus dirujuk dan dibahas di dalam kalimat.

5.    Penulisan Gambar
          (1)  Judul gambar dapat berupa satu kalimat atau lebih.
          (2)  Judul gambar diletakkan di bawah gambar dan diawali dengan huruf kapital serta diakhiri dengan tanda titik.
          (3)  Setiap gambar yang menggunakan simbol, maka harus diberikan keterangan yang jelas. Ukuran simbol dan dan keterangannya harus proporsional dengan ukuran gambar serta dapat dibaca dengan jelas.
          (4)  Setiap gambar yang ada harus dirujuk dan dibahas di dalam kalimat.
  
6.    Penulisan Huruf Miring
          (1)  Kata dan uangkapan asing yang ejaannya bertahan dalam banyak bahasa.  
          (2)  Tetapan yang tidak diketahui dalam matematika. 
          (3)  Kata atau frase yang diberikan penekanan.
          (4)  Judul buku atau terbitan berkala yang disebutkan dalam tubuh tulisan.       
          (5)  Nama ilmiah seperti genus, spesies, dan varietas makhluk.

7.    Penulisan Huruf Kapital   
(         (1)  Digunakan untuk huruf pertama awal kalimat
          (2)  Setiap awal kata dalam judul kecuali kata tugas yang tidak terletak pada posisi awal judul
          (3)  Nama bangsa, bahasa, agama, orang hari, bulan, peristiwa sejarah, lembaga, jabatan, gelar, dan pangkat yang diikuti nama orang atau tempat.
          (4)  Nama-nama geografi, tetapi bukan nama geografi yang digunakan sebagai jenis (badak sumatra).

8.    Penulisan Huruf Tebal
          (1)  Huruf tebal digunakan untuk judul atau tajuk (heading).

9.    Penulisan Tanda Baca
          (1)  Tanda titik (.) digunakan pada akhir kalimat, pada singkatan tertentu, sebagai pemisah bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.   
          (2)  Tanda koma (,) digunakan untuk memisahkan angka desimal, pemisah unsur-unsur dalam suatu deret, untuk memisahkan unsur-unsur sisteksis dalam kalimat. 
          (3)  Tanda titik koma (;) digunakan untuk memisahkan unsur-unsur sintaksis yang setara, atau dalam deret yang sudah mengandung tanda baca lain.
          (4)  Tanda titik dua (:) digunakan untuk menandakan pengutipan yang panjang, angka perbandingan, memisahkan nomor jilid dan halaman pada daftar pustaka.     
          (5)  Tanda tanya (?) digunakan pada akhir pertanyaan langsung, untuk menunjukkan keragu-raguan dalam suatu pernyataan.
          (6)  Tanda hubung (-) digunakan untuk menyambung bagian-bagian tanggal dan menghubungkan dua kata yang sama.
          (7)  Tanda kurung ((…)) digunakan mengapit tambahan keterangan atau penjelasan yang bukan bagian pokok pembicaraan.
          (8)  Tanda petik (“…”) digunakan untuk petikan atau kutipan pembicaraan langsung, istilah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.
          (9)  Tanda garis miring (/) digunakan untuk menggantikan tanda bagian atau menunjukkan bilangan pecahan.  


ATURAN PENULISAN ISTILAH SAINS DAN TEKNOLOGI

1.    Penulisan Angka dan Bilangan
           Secara umum, angka dalam bahasa teks digunakan untuk:
          (1) Menyatakan lambang bilangan atau nomor (7 untuk bilangan tujuh)
          (2) Menyatakan jumlah yang mendahului satuan ukuran (20 g, 10 m, 12 jam, 25oC)
          (3) Menyatakan nilai uang, tanggal, waktu, halaman, penunjukan urutan yang diawali ke-, dan presentase (Rp23,50; 3 Januari; pukul 18.15; halaman 154; abad ke-21; 45%)
      (4) Menunjukkan jumlah yang berkaitan dengan manipulasi matematika seperti rasio (perbandingan) dan faktor perkalian (17 dikalikan 7 : 1, 100 kali (atau “100x”))
           (5) Menunjukkan satuan pada bilangan kisaran, (8-10 cm, 23-27oC)
           (6) Menomori karangan dan bagiannya (BAB III, pasal 23, halaman 34)
          
           Penulisan bilangan dengan tanda desimal mengikuti atuaran sebagai berikut:
       (1) Bilangan dengan angka panjang dapat ditulis dalam tiga-tiga kelompok antara kelompok diberi atnda pisah decimal. 
     3,4 untuk tiga koma empat
     3.500.000 untuk tiga juta lima ratus ribu
     Penulisan teks yang mempunyai deret angka dengan desimal maka antara angka                desimal dipisahkan dengan titik koma, misalkan:
    Hasil padi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa timur berturut-turut adalah 4,3; 5,2; dan 8,2 ton per hektar.
         (2) Jangan mengawali bilangan desimal dengan tanda koma, tetapi selalu diawali dengan angka.
     0,42 atau 0.42 bukan ,42 atau .42
    Tetapi bila perlu sekumpulan bilangan dalam daftar dapat dikecualikan dari urutan  diatas, misalkan
        ,123
          .123
        ,134         
          .134
        ,156
          .156
        ,356
          .356
        ,435
          .435
        ,234
          .234



1.   Dalam daftar atau tabel yang bilangannya hanya terdiri atas angka (tanpa desimal) dapat dituliskan dalam kelompok-kelompok tiga angka yang dipisahkan oleh spasi tanpa menggunakan tanda koma atau titik.
1 234 567 (bukan 1,234,567)

2.    Penulisan Istilah Biologi
     Nama ilmiah organisme ditulis mengikuti sistem binomium. Nama tersebut terdiri atas dua kata yaitu kata pertama diawali dengan huruf kapital dan diikuti kata kedua yang biasanya menerangkan kata pertama ditulis dengan huruf kecil: Oryza sativa. Ejaan nama ilmiah harus dituliskan dengan benar.
   Penulisan nama dunia, kelas, ordo (akhiran -ales), dan famili (akhiran - aceae) menggunakan huruf Romawi dan huruf awalnya ditulis dengan huruf kapital. Sedangkan nama genus dan setelah takson genus dicetak dengan huruf Italic. Huruf awal nama setelah takson genus menggunakan huruf kecil.
dunia : Fungi

kelas : Zygomycetes
ordo : Glomales
famili : Glomaceae
genus : Glomus
spesies: fasciculatum
Khususnya nama famili dan nama genus suatu virus diawali dengan huruf kapital (diakhiri dengan -viridae dan -virus) yang ditulis dengan huruf Italic, misalnya: Alphavirus, Coronavirus, Herpesviridae, Retroviridae

3.    Penulisan Istilah Fisika

Penulisan besaran, satuan, dan lambang
Besaran
Sub Besaran
satuan
Lambang
Dasar
panjang
meter
m
massa
kilogram
kg
waktu
detik (sekon)
s
arus listrik
ampere
A
suhu
kelvin
K
jumlah zat
mol
mol
intensitas cahaya
candela
cd
Turunan
luas
meter2
m2
kecepatan, kelajuan
meter/detik
m s-1
percepatan
meter/detik2
m s-2
kerja, energi
joule
J
daya
watt
W
tekanan
pascal
Pa
muatan listrik
coulomb
C
beda potensial listrik
volt
V
hambatan listrik
ohm
konduktansi listrik
siemens
S
kapasitas listrik
farad
F
fluks magnetic
weber
Wb
fluks cahaya
lumen
lm
iluminans
lux
lx
iluminans (serian)
kandela/meter2
cd m-2
frekuensi
hertz
Hz
·         
      Nama Orang yang Dijadikan Nama Satuan
Nama-nama orang yang dijadikan nama satuan, maka huruf awal nama
orang tersebut ditulis dengan huruf kecil, tetapi lambangnya dimulai dengan huruf
besar.
Nama Orang
Nama Satuan
Besaran
Lambang
Newton
newton
gaya
N
Joule
joule
usaha, energi
J
Coulomb
coulomb
muatan listrik
C
Siemens
siemens
konduktansi listrik
S
Ohm
ohm
hambatan listrik
Pascal
pascal
tekanan
Pa
Weber
weber
fluks magnetic
Wb
Hertz
hertz
frekuensi
Hz
·        
     Penggunaan Awalan Satuan SI
     Penulisan penggunaan awalan satuan SI antara lain sebagai berikut.
   (1) Nilai desimal yang merupakan kelipatan dari kilogram (kg) ditulis dengan menggunakan satuan SI dengan g (gram) bukan dengan kg, misalnya µg untuk menyatakan kelipatan 10-6 kg bukan dengan µkg
2 (2)  Awalan satuan SI dapat digabungkan dengan satuan dasar, satuan tambahan, dan satuan turunan misalnya cm, µA, µmol, MHz.
3  (3) Awalan SI dapat digabungkan dengan satu atau lebih lambang satuan untuk
menyatakan satuan campuran, misalnya µmol dm-3
4  (4) Penggabungan penggunaan awalan harus dihindari, misalnya untuk
menyatakan 10-9 m ditulis nm bukan ditulis mµm.
5  (5) Kombinasi dari awalan dan lambang untuk satuan dianggap sebagai satu
lambang dapat dipangkatkan tanpa menggunakan tanda kurung misalnya cm3.

Kelipatan
Awalan
Lambang
Kelipatan
Awalan
Lambang
10-1
desi
d
101
deka
da
10-2
centi
c
102
hekto
h
10-3
mili
m
103
kilo
k
10-6
mikro
µ
106
mega
M
10-9
nano
n
109
giga
G
10-12
piko
p
1012
tera
T
10-15
femto
f
1015
peta
P
10-18
ato
a
1018
eksa
E
10-21
zepto
z
1021
zeta
Z
10-24
yoktor
y
1024
yota
Y
·         
     Satuan untuk Perkalian dan Pembagian
Besaran
Singkatan yang Disarankan
Boleh Ditulis
Tidak Boleh Ditulis
Momen gaya
N m
N. m
Nm, N.m
Daya
J s-1
J/s,  
Js-1
Tetapan umum gas
J mol-1 K-1
J/mol K
J/mol/K
·         Penulisan Angka yang Diikuti Satuan
Angka yang diikuti satuan dapat ditulis sebagai berikut:
1   (1) Penulisan antara nilai numerik dan satuan diberi jarak, misalnya gaya 100
N, frekuensi 50 Hz, jadi bukan ditulis 100N, 50Hz.
2   (2) Penulisan antara angka dan tanda derajat dan satuannya ada jarak,
misalnya ditulis 20 °C bukan 20°C atau 20° C.
·        
      Perbedaan Penulisan Lambang Ukuran dan Satuan
Penulisan lambang ukuran ditulis dengan huruf tegak dan lambang untuk
satuan ditulis dengan huruf miring, misalnya beda potensial ditulis dengan V
sedangkan satuannya V (volt). Contoh: V =20 V. Dalam hal ini boleh ditulis V =
20 volt.
Hal lain yang perlu diperhatikan :

Penulisan nilai numerik yang disertai satuan tidak menggunakan titik setelah
lambang kecuali pada akhir kalimat.


4. Penulisan Istilah Ilmu Komputer

1   (1) Istilah yang menunjuk pada suatu konsep umum sebaiknya ditulis dalam bahasa Indonesia.
Bahasa Inggris
Bahasa Indonesia
operating system
sistem operasi
high level language
bahasa tingkat tinggi
hardware
perangkat keras
software
perangkat lunak
user
pengguna
compiler
kompiler
memory
memori
1   (2) Istilah yang menunjuk pada suatu obyek tertentu, tidak harus ditulis dalam bahasa Indonesia.
Contoh:
keyboard
DOS (disk operating system)
tombol insert, tombol enter, dsb.
bahasa basik
Untuk beberapa tombol perintah dalam suatu sistem perangkat lunak tetap ditulis sesuai aslinya dan dicetak miring. Perhatikan kalimat berikut: "Untuk menyimpan data, maka arahkan pointer ke menu file dan pilih save".
1   (3) Untuk istilah-istilah yang tetap ditulis dalam bahasa Inggris, maka penulisannya adalah dengan dicetak miring, kecuali yang sudah diserap dalam bahasa Indonesia.
Contoh:
     a. very large scale integration
     b. email
     c. memory
     d. cache memory
     e. head
     f. disk drive
     g. read only memory
     h. Copy-kan file dalam disket ini ke dalam hardisk !

5. Aturan Penulisa Kimia
      (1) Daftar Nama dan Lambang Unsur Kimia
Lambang tidak perlu diperkenalkan; kalaupun perlu, cukup satu kali. Lambang atau nama dapat digunakan berganti-ganti, terutama supaya tidak menjemukan. Jadi, gunakan "Iodin diuapkan", atau "I diuapkan".
(2) Nama Senyawa
Rumus kimia dan nama lengkap senyawa dapat digunakan berganti-ganti, misalnya: natrium hidroksida atau NaOH; amonium sulfat atau (NH4)2S04; deuterium oksida atau D2O; oksigen atau O2; sesium klorida-etidium bromide atau CsCl-etidium brornida (singkatan EtBr untuk etidium brornida hanya digunakan setelah diperkenalkan terlebih dulu).
Beberapa rumus kimia dan singkatannya dianggap sudah lazim sehingga tidak perlu diperkenalkan lagi, misalnya Tris HCI (atau Tris-HCI), NaPPj, Na2EDTA, dan seterusnya. Akan tetapi, setiap singkatan kimia sebagai bagian dari seluruh nama kimia harus diperkenalkan ketika pertama kali muncul dalam gabungan; misalnya kalium asetat (KOAc), etil alkohol (EtOH), dimetil sulfoksida (Me2SO).
(3) Ion
Muatan ion dalam superskrip: Na+, CI-, Zn2+ (bukan Zn++ atau zn+2) (tuliskan superskrip setelah subskrip).
(4) Bilangan Oksidasi
Menurut sistem Stock, bilangan oksidasi suatu unsur ditulis dengan angka Romawi, dalam tanda kurung, dan tidak diberi spasi sesudah nama atau lambang unsur, misalnya kromium(III) atau Cr(III). Sistem ini juga berlaku untuk menyatakan bagian dari rumus: besi(II) klorida, ditimbal(II), timbal(IV) oksida. Angka Romawi ini menjadi superskrip jika dikaitkan dengan lambangnya: PbII2PbIVO4. Untuk angka nol, gunakan angka Arab, misalnya kalium tetra-sianonikelat(0) (nol, bukan huruf kapital 0).